Kaedah Dalam Bersabar by Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah

 


Kaedah Dalam Bersabar by Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah

Kesan Setelah Membaca Buku

  • Pentingnya belajar kaedah-kaedah untuk mengetahui hakekat sesuatu, termasuk kaedah dalam bersabar
  • Terkadang jalan keluar dari Allah itu datang, bersamaan dengan ujian-ujian yang sulit
  • Meskipun hanya satu atau dua kaedah yang difahami kemudian diamalkan, tentu akan memberi perubahan besar pada diri kita

3 Kata Mutiara Dalam Buku

“Orang yang beriman menyikapi takdir dan ketentuan Allah sebagai perniagaan yang menguntungkan, dan jalan-jalan yang mengantarkannya kepada Allah”

“Jika engkau lihat seseorang membalas orang-orang yang menyakitinya dan dia tidak melihat pada dirinya dan tidak mencela diri sendiri dan ber-istighfar, maka ketahuilah itulah hakekat musibah yang sebenarnya, Tetapi jika dia bertaubat dan ber-istighfar, lalu mengatakan ini karena dosa-dosaku, maka akan berubah musibah itu untuknya, menjadi suatu kenikmatan”

“Jika ia memaafkan dan membiarkan orang yang menyakitinya, maka hatinya dan tubuhnya akan mendapatkan berbagai maslahat yang jauh lebih penting baginya daripada membalas kezaliman orang”

Ringkasan Buku + Catatan (dari ABAH)

“Ada 20 kiat-kiat sabar dalam menghadapi gangguan manusia, ini kesabaran yang membutuhkan perjuangan tinggi karena kata penulis:

“يصعب الصبر عليه جدا”

Sangat sulit sekali untuk sabar darinya (gangguan manusia)

akan tetapi saya hanya memilihkan beberapa yang sangat sesuai dengan kondisi saya…

Macam Sabar

Beliau memulai dengan menyebutkan macam kesabaran:

  1. Sabar dalam menjalankan ketaatan
  2. Sabar dalam meninggalkan maksiat

Ada beberapa faktor pendorong seseorang bermaksiat

  • Ajakan hawa nafsunya
  • Setan yang menghiasi maksiat itu
  • Atau bisa jadi datang dari teman-teman yang buruk 

     3. Sabar dalam menghadapi musibah

Ada dua

  • Karena tidak ada campur tangan manusia, semata datang dari Allah seperti gempa bumi, tanah longsor, dan yang lainnya ini lebih mudah untuk bersabar darinya
  • Karena campur tangan manusia, yaitu yang diterimanya dari gangguan manusia terhadap kehormatannya harta, dan ini yang sulit sekali kata penulis

Kiat-kiat Sabar Dari Gangguan Manusia

Kaedah pertama

أن يشهد أن الله سبحانه وتعالى خالقُ أفعال العباد

Hendaknya seorang hamba menyadari bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’aala Pencipta segala perbuatan hamba-hambaNya

ما شاء الله كان، وما لم يشأ لم يكن

“Apa yang Allah kehendaki akan terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki maka tidak akan terjadi

Catatan ABAH:

Perbuatan buruk orang lain kepadamu, telah ditakdirkan dan dikehendaki oleh Allah, fokus saja untuk perbaiki hubunganmu dengan Allah, agar tak disibukkan dengan hal yang rendahan seperti balas dendam dan yang lainnya

فانظر إلى الذي سلّطهم عليك، ولا تنظر إلى فعلهم بك، تسترحْ من الهمّ والغمّ

“Lihatlah kepada Yang menggerakan hamba yakni Allah, dan jangan engkau lihat perbuatan mereka terhadapmu, maka kamu akan tenang dan tidak galau”


Kaedah kedua

أن يشهد ذُنوبَهُ، وأن الله إنما سلَّطهم عليه بذنبه

“Hendaknya seorang hamba melihat dosa-dosanya, sesungguhnya Allah berikan kuasa pada pengganggu terhadap dirimu itu karena akibat dosamu”

فإذا شهد العبد أن جميع ما يناله من المكروه فسببه ذنوبه، اشتغل بالتوبة والاستغفار من الذنوب، عن ذمهم ولومهم والوقيعة فيهم

“Jika hamba menyaksikan hal tersebut, yakni apa yang dia terima dari gangguan saudaranya itu karena dosanya dia akan sibukkan diri untuk beristigfar dan betaubat dari dosa-dosa dibandingkan harus mencaci dan mencela mereka”

“Jika engkau lihat seseorang membalas orang-orang yang menyakitinya dan dia tidak melihat pada dirinya dan tidak mencela diri sendiri dan ber-istighfar, maka ketahuilah itulah hakekat musibah yang sebenarnya, Tetapi jika dia bertaubat dan ber-istighfar, lalu mengatakan ini karena dosa-dosaku, maka akan berubah musibah itu untuknya, menjadi suatu kenikmatan”

Catatan ABAH:

Inilah musibah dalam agama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kita doa agar tidak dijadikan musibah itu menimpa agama

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا

wa la taj’al musibatana fi dinina

Dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami


Kaedah ketiga

أن يشهد العبدُ حسنَ الثوابِ الذي وعده الله لمن عفا وصبر

Hendaknya seorang hamba menyadari tentang baiknya ganjaran yang Allah janjikan bagi siapa saja yang memaafkan dan bersabar

Allah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Qs Asy Syuro: 40)

Catatan ABAH:

Contoh sederhana, ketika kita tidak sengaja bertemu bos kita, atau guru kita disebuah restoran kemudian beliau berkata: “Sudah kamu mau makan apa saja saya yang tanggung biayayanya”, betapa gembira dan bahagianya kita, maka hal yang sama jika sobat produktif memaafkan orang lain dan bersabar maka pahala dari kesabaran itu Allah yang tangggung

Golongan Manusia ketika mendapat gangguan

  • Zalim, membalas gangguan melebihi haknya
  • Adil, membalas gangguan sesuai dengan haknya
  • Muhsin, memaafkan dan tidak mengambil haknya


Kaedah keempat

أن يعلم أنه ما انتقم أحد قطّ لنفسه إلا أورثه ذلك ذُلًّا يجده في نفسه فإذا اعفا أعزَّه الله تعالى

Hendaknya seorang hamba mengetahui bahwa tidaklah seorang pun membalas kezaliman yang menimpa dirinya, kecuali akan memunculkan kehinaan pada dirinya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( ما زادا الله عبدا بعَفوٍ إلا عزًّا ))

“Tidaklah Allah tambahkan kepada orang yang memaafkan, kecuali kemuliaan” (HR. Muslim)

Catatan ABAH:

Kisah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathu Makkah, Nabi bisa saja menuntut balas kepada mereka yang selama ini menindas kaum muslimin, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata

اذهبوا فأنتم الطلقاء

“Pergilah kalian, sesungguhnya kalian telah dibebaskan”

Maka tambah berbondong-bondonglah orang-orang yang mau masuk Islam

Penulis rahimahullah berkata:

‌”Kemuliaan yang didapat dari memaafkan itu lebih dicintai dan bermafaat untuknya dibandingkan kemuliaan yang didapat karena balas dendam, karena balas dendam kemuliaannya hanya nampaknya saja, akan tetapi dalam bathinnya mewariskan kehinaan, adapun memaafkan walaupun secara dzahir seperti orang yang terhina, namun bathinnya dan dzahirnya sebenarnya merasakan kemuliaan”


Kaedah kelima

أن يشهد أن الجزاء من جنس العمل، وأنه نفسه ظالمٌ مذنب، وأن من عفا عن الناس عفا الله

Seorang hamba menyadari kaedah besar

“Balasan sesuai dengan amal perbuatan”

Barangsiapa yang memaafkan manusia, Allah akan memaafkannya


Kaedah keenam

أن يشهد معيَّة الله معه إذا صبرَ، ورضاه. ومن كان الله معه دفع عنه أنوا ع الأذى والمضرّات ما لا يدفعه عنه أحدُ من خلقهِ

Allah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman:

وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Qs Al Anfal: 46)

Catatan ABAH:

“Sungguh kalau tidak ada keutamaan dari kesabaran selain hal ini maka telah cukup”


Kaedah ketujuh

أن صبره على من أذاه واحتمالَه له يوجب رجوع خصمه عن ظلمه، وندامته، واعتذاره، ولوم الناس له، فيعود بعد إيذائه له، مستحييًا منه نادمًا على ما فعله، بل يصيرُ مواليًا له

“Kesabaranya terhadap orang yang menyakitinya dan sikap menanggungnya itu akan menuntut orang yang menyakitinya itu menyadari kezalimannya, menyesalinya, meminta maaf kepadanya, dan manusia akan mencelanya. Ia pun akan malu dan menyesal atas apa yang diperbuat, bahkan dia kan berubah menjadi orang yang paling loyal terhadap orang yang disakitinya tadi”

Allah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. (Qs Fushilat: 34-35)


Kaedah kedelapan

أن يعلم أنه إذا اشتغلتْ نفسُهُ بالانتقام وطلب المقابلة ضاع عليه زمانه، وتفرّق عليه قلبه، وفاته من مصالحه مالا يمكن استدراكه،

“Hendaknya dia mengetahui, jika ia menyibukkan dirinya untuk membalas kezaliman dan menuntut perlakuan yang sama, maka akan terbuang waktunya, membuat lelah hatinya, dan membuatnya luput dari maslahat yang tidak mungkin ia dapatkan lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Dari Anak Oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA.